Tata krama berbahasa pada zaman feodal disebut sebagai ‘bahasa kesantunan’ atau ‘bahasa hormat’. Pada masa feodal, tata krama berbahasa menjadi sangat penting karena bahasa digunakan sebagai sarana untuk menunjukkan status sosial dan posisi dalam masyarakat.
Bahasa kesantunan memiliki aturan-aturan yang ketat dalam penggunaannya, terutama dalam situasi formal dan di hadapan orang yang lebih tua atau memiliki status sosial yang lebih tinggi. Beberapa aturan dalam bahasa kesantunan antara lain:
1. Penggunaan kata ganti yang tepat
Kata ganti yang tepat harus digunakan dalam bahasa kesantunan, seperti penggunaan ‘anda’ daripada ‘kamu’ atau ‘engkau’. Penggunaan kata ganti yang tidak tepat dapat dianggap kurang sopan dan menghina orang yang lebih tua atau berstatus sosial yang lebih tinggi.
2. Penggunaan kata-kata kesantunan
Kata-kata kesantunan harus digunakan untuk menunjukkan rasa hormat pada orang yang lebih tua atau memiliki status sosial yang lebih tinggi. Contohnya, kata ‘tolong’ atau ‘mohon’ dapat digunakan untuk meminta sesuatu daripada menggunakan kata ‘berikan’.
3. Penggunaan kalimat pasif
Penggunaan kalimat pasif dianggap lebih sopan daripada kalimat aktif karena kalimat pasif menunjukkan rasa hormat pada subjek kalimat. Contohnya, kalimat ‘Saya meminta izin’ lebih sopan daripada kalimat ‘Saya ingin izin’.
4. Penggunaan tanda baca yang tepat
Tanda baca yang tepat harus digunakan dalam bahasa kesantunan untuk menunjukkan kelembutan dan ketegasan. Contohnya, tanda seru harus dihindari karena dianggap terlalu keras dan kasar.
5. Penggunaan kata-kata sopan
Kata-kata sopan harus digunakan dalam bahasa kesantunan untuk menunjukkan rasa hormat pada orang yang lebih tua atau memiliki status sosial yang lebih tinggi. Kata-kata sopan yang dapat digunakan antara lain ‘permisi’, ‘terima kasih’, ‘maaf’, dan ‘salam’.
Penggunaan bahasa kesantunan pada zaman feodal memiliki tujuan untuk menjaga keharmonisan dalam masyarakat dan menunjukkan rasa hormat pada orang yang lebih tua atau memiliki status sosial yang lebih tinggi. Hal ini juga memudahkan dalam berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan orang lain.
Meskipun bahasa kesantunan pada zaman feodal tidak digunakan lagi secara universal dalam kehidupan sehari-hari, namun penggunaannya masih dapat ditemukan dalam situasi formal atau di hadapan orang yang lebih tua atau berstatus sosial yang lebih tinggi. Penggunaan bahasa kesantunan dapat membantu dalam menciptakan suasana yang sopan dan menghormati orang lain.
Kamis, 07 September 2023
Tata Krama Berbahasa Pada Zaman Feodal Disebut
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
- Oktober 2023 (141)
- September 2023 (727)
- Agustus 2023 (744)
- Juli 2023 (608)